Masalah Umum dalam Menyusui
7 December 2005Diterjemahkan dari: Practical Hints on Breastfeeding, Second edition revised, hal. 3-4 dan 6-8, terbitan oleh Breastfeeding Mothers’ Support Group (Singapore) , 2001.
Mengapa banyak ibu yang gagal dalam usahanya untuk memberikan ASI pada bayi?
- Kekurangan informasi, dan karena itu kekurangan rasa percaya diri, sehingga si ibu menjadi stres yang berpengaruh pada berkurangnya aliran ASI
- Kepercayaan yang salah bahwa tidak ada ASI pada hari-hari awal setelah melahirkan sehingga ibu tidak segera memberikan ASI. Penundaan ini menyebabkan aliran ASI juga berkurang.
- Manajemen menyusui yang kurang benar, biasanya karena kurang informasi mengenai teknik menyusui, sehingga masalah yang seharusnya mudah diatasi menjadi tidak teratasi
Bagaimana kalau ASI saya tidak cukup?
Yang paling penting diingat adalah bahwa pasokan ASI selalu sesuai dengan hisapan bayi. Semakin sering bayi menghisap, semakin terangsanglah payudara untuk memproduksi ASI.
Namun, apabila anda benar-benar yakin bahwa ASI anda tidak cukup, anda bisa lakukan hal-hal berikut ini:
- Susuilah bayi lebih sering dan sesering mungkin - untuk merangsang payudara untuk memproduksi lebih banyak ASI.
- Hindari memberi bayi pengganti ASI (susu formula atau makanan tambahan). Susu formula lebih lama dicerna dan akan mengurangi nafsu makan bayi akan ASI, sehingga payudara tidak cukup terangsang untuk memproduksi lebih banyak. Selain itu, dot akan membuat bayi lebih lemah dalam menghisap puting payudara.
- Makanlah makanan bergizi dan banyak meminum air, setidaknya setiap anda haus. Untuk meningkatkan pasokan ASI di sore hari, anda dapat makan / minum di antara makan siang dan malam.
- Banyaklah istirahat, terutama pada masa-masa awal setelah melahirkan. Tidak usah terlalu khawatir dengan pekerjaan rumah, cucian, dan memasak. Sebaiknya anda berkonsentrasi penuh kepada bayi anda, dan biarkan orang lain yang mengerjakan pekerjaan rumah yang lain agar anda tidak stres
- Jangan tegang dan santailah pada saat menyusui. Dengan pikiran santai, anda akan mempercepat refleks turunnya susu (let-down reflex). Jika perlu, bawalah bayi seranjang dengan anda, walaupun untuk sehari, supaya anda lebih santai.
Untuk lebih lanjut, klik di sini.
Bagaimana jika produksi susu saya berlebihan?
- Pada hari-hari pertama, payudara anda akan terasa ‘penuh dan keras’ (engorgement). Hal ini terjadi karena aliran darah ke daerah payudara meningkat, dan produksi anda juga turut meningkat. Rasa ‘penuh dan keras’ ini akan hilang dengan sendirinya saat badan anda menyesuaikan diri dengan kebutuhan ASI bayi anda.
- Untuk membantu melegakan rasa ‘penuh dan keras’ itu, anda dapat memerah sedikit ASI. ASI tersebut dapat disimpan di lemari beku untuk digunakan kemudian hari (dalam dua bulan). Atau anda dapat menyumbangkannya ke bayi lain yang membutuhkan ASI.
Untuk lebih lanjut, klik di sini.
Bagaimana jika puting saya lecet?
Hal ini sangat umum terjadi, baik pada wanita yang melakukan persiapan payudara (pijat, dsb) maupun tidak. Dengan perawatan segera masalah ini dapat segera teratasi dalam seminggu pertama menyusui.
Untuk lebih lanjut, klik di sini.
Payudara saya kecil…
Tidak ada masalah. Produksi ASI tidak bergantung kepada ukuran payudara, melainkan bergantung kepada jumlah jaringan kelenjar ASI, yang mana jumlahnya tidak berbeda baik untuk payudara besar atau kecil.
Bolehkah saya menyusui jika bayi saya kuning (jaundice)?
Semua bayi yang kuning harus diperiksa oleh dokter dan di tes (G6PD - Glucose-6-phosphatase deficiency). Menyusui dengan sering dan eksklusif (tanpa air atau MPASI) akan dapat mengurangi kekuningan pada bayi. Sinarilah bayi dengan matahari beberapa menit di pagi hari untuk membantu mengatasi kuning ini.
Apabila kekuningan bayi meningkat di atas batas yang normal, dokter akan menyarankan anda untuk sementara (tidak lebih dari 48 jam) berhenti menyusui. Selama periode ini, anda harus tetap memerah ASI sesering mungkin agar produksi ASI anda tidak berkurang.
Untuk lebih lanjut, klik di sini.

Sewaktu di rumah sakit, bayi saya tidak pernah diberikan untuk disusui. Akhirnya, ketika pulang kerumah tidak mau meminum ASI secara langsung. Padahal saya kepengen banget bisa menyusui langsung. Oleh karena itu saya mencoba memerah ASI dan dimasukkan ke dalam botol. Tapi volume ASI nya makin lama makin berkurang, padahal tiap empat jam sekali saya pompa. bagaimana caranya agar bayi saya mau menyusu langsung?
Comment by Nia — 27 February 2007 @ 11:28
Saya baru saja menjadi ayah setelah menunggu hampir 4 tahun. Saat ini kami cuma tinggal b3 saja (saya, istri dan anak) sehingga harus berkutat dan belajar dari berbagai literatur bagaimana cara membesarkan bayi tanpa bimbingan langsung orang tua.
saat ini kami berusaha memberikan ASI eksklusif ke anak kami yang beru berumur 2 minggu. Namun anehnya, anak kami bisa 1 hingga 1,5 jam menyusui terus baru merasa kenyang dan tertidur. Setelah tidur kurang lebih 1 jam, anak kami sudah terbangun lagi dan minta menyusui lagi. Apakah ini pola menyusui yang wajar?
Comment by Wahyu Sadewo — 20 March 2007 @ 7:32
gimana ya puting saya lecet dan rasanya sakit banget,padahal bayi saya kalau malam 1 jam sekali sudah minta susu lagi.bagaimana mengatasinya ya?selama ini saya selingi dengan susu formula.tapi saya pingin banget bisa asi eksklusif
Comment by rizki nurul — 10 September 2007 @ 1:15
Mau nanya nih ke redaksi, kalau 4 bulan tidak menyusui, terus menyusui lagi apakah asi masih bisa lancar / berproduksi lagi?
terima kasih
Comment by Ningsih — 28 February 2008 @ 4:58