ASI dan Kekebalan Tubuh
8 December 2005Disarikan dari Healthlink Wisconsin
ASI membantu mencegah penyakit. Statistik bayi ASI yang perlu masuk rumah sakit apabila sakit jauh lebih rendah daripada bayi non-ASI.
ASI mengandung antibodi (zat kekebalan tubuh) dari ibu. Setiap orang memiliki antibodi berbeda, tergantung riwayat terkena penyakitnya. Contohnya, apabila anda terkena virus demam, badan anda akan memproduksi kekebalan terhadap virus tersebut, sehingga anda sembuh. Apabila seorang ibu menyusui terkena virus demam, ia pun memproduksi zat kekebalan tubuh. Apabila si bayi terkena demam, bayi tersebut akan lebih cepat sembuh karena terbantu oleh antibodi di dalam ASI. Demikian pula, karena saya sudah disuntik vaksin flu, anak saya mendapat sebagian kekebalan terhadap flu.
Pengalaman pribadi saya baru-baru ini berkaitan dengan hal ini.
Saya dan keluarga berdomisili di luar Indonesia. Tahun ini, kami pulang untuk merayakan idul fitri. Selama di Jakarta, saya dan bayi saya selalu berpergian bareng-bareng suami. Dua hari setelah idul fitri, suami saya masuk rumah sakit karena demam berdarah.
Saya waswas karena takut bayi saya juga terkena demam berdarah, sebab kita bertiga selalu bepergian bersama-sama. Tentunya nyamuk yang menyerang suami saya juga menyerang bayi saya dan saya sendiri.
Tetapi syukurlah, saya dan bayi saya tidak terkena demam berdarah. Usut punya usut, saya sudah pernah terkena penyakit demam berdarah, sehingga sekarang saya tidak terkena lagi. Dan kekebalan saya terhadap demam berdarah, melalui ASI, membantu anak saya untuk terhindar dari demam berdarah.
Demam berdarah terdiri dari empat jenis virus berbeda. Setiap kali terkena demam berdarah, anda akan menjadi kebal untuk virus yang satu saja. Karena itu, seseorang bisa terkena demam berdarah beberapa kali, tetapi bukan oleh virus yang sama.
Saya sudah dua kali terkena demam berdarah. Kebetulan, nampaknya virus yang menyerang suami saya sama dengan yang menyerang saya dulu, sehingga saya kebal terhadapnya. Dan lewat ASI, anak sayapun ikut kebal.

subhanallah…hebat euy, konsisteennnnnnn…
makasi infonay ya bu
moga bisa nyusuin anak ampe dua tahun lagi
Comment by febi — 8 December 2005 @ 22:30
Wah mbak, hebat euy websitenya!! 4 tumbs up deh…
Aku jg sangat concern ttg masalah ASI ini krn ngalamin sendiri gimana suka and dukanya menyusui, dukanya sih yg terbanyak di awal menyusui ya…nah pada tahap awal inilah banyak ibu yg menyerah untuk memberikan ASI krn terlalu banyaknya “penderitaan” yg harus dialami.
Seiring waktu and ketekunan, Insya Allah menyusui menjadi suatu kegiatan yg menyenangkan antara Ibu & Bayi…pokoknya intinya jgn menyerah! berikan yg terbaik untuk anak kita
Comment by tasya — 9 December 2005 @ 8:50
Excellent website!! Udah sering searching di google & yahoo ttg asi, ga pernah nemu situs lokal. Mudah2an situs ini bisa jadi referensi yg lengkap ttg asi dlm bhs Indonesia. Pengen nyumbang artikel dong ttg trik2 perah asi, gimana ya caranya?
Comment by tasya — 9 December 2005 @ 9:29
Smart website…kita jadi tahu manfaat ASI… ASI benar2 anugerah TUHAN yang sangat istimewa bagi Ibu dan Anak. dan gw bangga bisa menyusui anak gw meskipun hanya 6 bulan
Comment by oca — 1 March 2006 @ 10:06
thanks atas info-nya. Gwe gak pernah bosen baca and cari info mengenai manfaat ASI. Awalnya gwe niat kasih baby gwe ASI sampai 7 bulan saja, alhamdullilah dengan banyaknya info yang gwe dapat mengenai ASI merubah keputusan gwe itu. Malah sekarang ini, gwe sangat bersemangat untuk memberikan ASI ke baby gwe .
Comment by Ratih — 15 August 2006 @ 8:14