Kisah ASI dari Risdianti Idris
9 December 2005congratulation ya atas web barunya…………
Saya hanya mau sharing tentang pengalaman ASI ekslusiveku. Jasmine-ku usianya baru 5 bulan 1 minggu, dan rasanya udah gak sabar untuk memberikan MPASI untuk anak saya. Pengalaman saya memberikan asi penuh dengan warna ( cieeeee…..). Jarak dari rumah ke kantor saya tempuh sekitar 1 jam 30 menit, jadi bisa dibayangkan berapa jam waktu saya di habiskan di luar, dan harus pintar2 kita untuk mencuri waktu untuk memeras asi.
Jam 7 pagi saya berangkat dari rumah dan baru jam 7 malam pulang. Selama di kantor saya hanya bisa memeras 2 kali yaitu jam 11 dan jam 3 selebihnya dilakukan di rumah ( bisa 2 atau 3 kali ). Kendalanya sekarang karena anakku udah semakin besar maka semakin besar pula jumlah asi yang harus di minum akibatnya kadang2 stok asi-nya kurang dan kalau udah begini pastinya aku akan meminta suami pembantuku untuk ke kantor agar bisa ambil susu perasanku. Tapi itulah seninya. Kalau dulu selama aku cuti kalo kurang bisa langsung nenen tapi kalo sekarang butuh seseorang untuk membawa pulang, tapi jangan pantang menyerah karena itu semua kita akan lakukan demi anak kita. Anak kita berhak mendapatkan haknya untuk bisa mimik asi selama 6 bulan. Besusah susah dahulu baru sehat kemudian. sungguh senang meluhat buah hati kita sehat bukan. Jangan termakan iklan susu ingatlah slogan “ASI adalah makanan terbaik untuk bayi ”
Akhir kata ” Tetep berjuang ya para ibu jangan pantang menyerah”

bayi saya 4 bulan tapi asi saya sudah banyak berkurang. saya wanita pekerja. apakah pemberian suplemen lancar asi dan massage payudara dapat memulihkan atau membuat lancar kembali. terimakasih
Comment by Siti — 1 May 2006 @ 0:11
saya jga sedang bejuang untuk asi ekslusif. Seakrang anak saya 4,5 bulan. Saya jg sedang menghadapikebutuhan asi anak saya yang lebih banyak dari sebelumnya. Sementara (mungkin ini rasa saya) asi saya kok tidak bertambah produksinya. karena dia selalu merasa kurang ketika minum asi. Doakan saya sukses asi eksklusif ya.. saya inget waktu berjuang karen abaru pada hari ke3 asi saya kelaur setelah saya oprasi cesar dan masih puasa paska oprasi, saya bersikukuh untuk tidak memberikan apapun selain asi. Tentu saya tidak rela jika gagal asi eksklusif.
Kasih saran ya, menambha produksi asi…
Comment by rita — 12 February 2008 @ 6:36