Persiapan dan Memulai Menyusui
9 December 2005Diterjemahkan dari: Practical Hints on Breastfeeding, Second edition revised, hal. 4-5, terbitan oleh Breastfeeding Mothers’ Support Group (Singapore) , 2001.
Bagaimana mempersiapkan diri untuk menyusui?
- Kenakan BH yang nyaman dan menopang payudara dengan baik
- Jangan membersihkan puting dan payudara dengan sabun atau alkohol karena akan membuat puting dan payudara menjadi kering dan mudah luka
- Rawatlah puting setiap hari dengan air hangat saja dan jika mau oleskan krim khusus payudara (atau ada juga yang menggunakan minyak zaitun atau minyak kelapa) - jangan menggunakan vaseline atau bahan lain yang mengandung zat berbahaya
Jika anda tidak sempat melakukan semua hal di atas itu, jangan khawatir, karena tidak akan banyak mempengaruhi proses menyusui. Hal di atas hanya unuk kenyamanan saja.
Ada ibu-ibu yang menarik-narik puting sebagai persiapan untuk menyusui. Namun, riset membuktikan bahwa hal ini tidak menghalangi terjadinya lecet puting pada minggu-minggu pertama.
Kapan saya bisa memulai menyusui?
Sesegera mungkin setelah melahirkan. Pada dasarnya, menyusui dalam setengah jam pertama akan membangunkan refleks menghisap pada bayi supaya dia dapat menghisap dengan baik selanjutnya. Jika refleks menghisap ini tidak dibangunkan saat itu, bayi akan kehilangan refleks ini selama 48 jam, sehingga bayi kelihatan tidak berminat untuk menyusui hingga 48 jam kemudian.
Semakin cepat bayi disodorkan payudara, semakin cepat ASI terproduksi. Sebelum ASI terproduksi, di payudara terdapat kolostrum yang kaya akan faktor kekebalan tubuh dan sangat mudah dicerna. ASI itu sendiri baru keluar sekitar mulai hari kedua hingga hari ke enam. Pada hari-hari itu kadang ASI masih bercampur kolostrum sehingga warnanya agak krem. Kemudian, ASI akan kelihatan lebih encer.
Bagaimana caranya menyusui?
- Ibu harus dalam keadaan santai. Ibu dan anak harus dalam keadaan nyaman.
- Pegang payudara dengan tangan yang tidak menggendong bayi, jempol di atas payudara, jari telunjuk dan tengan di bawahnya. Dagu bayi harus diposisikan agak menekan payudara sementara jidatnya agak ke belakang, supaya bayi tidak terhalang untuk bernafas.
- Dekatkanlah bayi pada payudara, sentuhkan puting pada pipi si bayi. Bayi anda akan refleks menoleh dan menghisap puting ke mulutnya. Jangan putus asa apabila bayi anda kelihatannya sulit untuk menghisap, karena bayi pun masih belajar untuk melakukan ini. Anda berdua masih belajar.
- Puting harus berada di dalam mulutnya (di atas lidah bayi) sehingga terlihat bibir bayi berada di aerola (bagian gelap payudara yang mengelilingi puting).
- Untuk menghentikan menyusui, perlahan-lahan masukkan jari anda ke pinggiran mulut bayi untuk melepaskan hisapannya. Jangan menarik puting secara paksa dari mulut bayi.
Berapa sering dan berapa lamakah menyusui?
Pada awalnya, bayi akan disusui sekitar setiap dua sampai tiga jam. Pada masa awal ini, bayi menghisap selama lima sampai dua puluh menit pada setiap payudara, bisa lebih cepat atau lebih lama tergantung keinginan bayi.
Bayi anda mungkin hanya ingin menyusu pada satu payudara dan setelah itu tertidur. Tidak apa apa - waktu menyusui berikutnya, sodorkan payudara yang satu lagi. Gunakan peniti di BH untuk mengingat payudara mana yang terakhir. Jika bayi anda ingin menyusui dari dua payudara, berikanlah.
Tidak usah dijadwal, turutilah kapanpun bayi meminta minum.
Pada waktu tertentu (sekitar umur 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan) bayi mengalami lonjakan pertumbuhan (Growth Spurt) sehingga si bayi membutuhkan porsi susu yang lebih banyak dari sebelumnya. Pada saat ini bayi akan kelihatan lapar terus, bisa jadi meminta minum setiap 45 menit atau sejam. Seringnya bayi menyusui pada masa ini adalah cara untuk menstimulasi payudara untuk memproduksi lebih banyak susu lagi. Masa ini akan berlangsung selama beberapa hari sebelum akhirnya payudara anda memproduksi sesuai dengan kebutuhan bayi.
Ingatlah, hanya ASI yang dibutuhkan oleh bayi anda pada bulan-bulan pertama kehidupannya. Tidak perlu memberikannya makanan tambahan, bahkan jus atau air, sebelum usia enam bulan. Idealnya, makanan dan minuman selain ASI baru diberikan setelah umur enam bulan.
Tidak ada untungnya memberikan pengganti ASI sebelum enam bulan - selain kelebihan berat badan yang tidak perlu. Malahan, bisa jadi MPASI tersebut memicu alergi pada bayi, gangguan pencernaan, atau obesitas.

bagus banget artikel2nya. lumayan buat bantu ngingetin ibu2 kayak saya yg udah agak lupa (anak ke 2). dulu waktu melahirkan anak pertama, saya sangat terbantu dengan Moloco+B12 (obat). mungkin ibu2 yg lain yg aga air susunya dirasa kurang bisa mencoba. mudah2an membantu.
Comment by via — 15 August 2006 @ 3:47