Serba Serbi Klinik Laktasi

19 December 2005

Menyusui memang proses alami. Tetapi banyak kesulitan yang ditemui seorang ibu dalam pelaksanaannya. Klinik Laktasi mencoba membantu menangani kasus ibu dan bayi dalam soal menyusui.

Ibu mana yang tak bahagia ketika anaknya sudah lahir? Tetapi tugas ibu belumlah selesai. Membesarkan dan merawatnya dengan cinta adalah tugas yang akan dihadapinya dalam kehidupan si kecil.

Menyusui bayi adalah salah satu ekspresi cinta seorang ibu. Hampir semua ibu berkeinginan menyusui anaknya sendiri. Menyusui adalah kegiatan yang mengasyikkan bagi keduanya. Si ibu bisa membelai dengan mesra bayi mungilnya dan si bayi akan merasakan belaian itu sebagai sebuah kehangatan kasih sayang.

Tetapi tak jarang kesulitan ditemui dalam menyusui. Entah karena puting susu ibu lecet, payudara bengkak, ASI tak mau keluar, bayi tak mau mengisap,dan sebagainya. Ke manakah ibu bertanya jika menemui kasus-kasus tersebut? Salah satu alternatif adalah Klinik Laktasi Pelayanan Kesehatan Sint Carolus. Di tempat inilah para ibu, juga ayah sebagai pendamping, dapat melakukan konsultasi mengenai berbagai masalah dalam menyusui bayinya.

Di klinik yang didirikan pada 1 Desember 1993 ini, para ibu yang mempunyai kesulitan dalam menyusui bayinya dapat berkonsultasi dengan petugas yang ada. Terutama bila kesukaran tersebut tidak bisa dijawab lewat Hotline Laktasi. Misalnya saja, payudara agak mengeras seperti tersumbat, cara-cara memeras ASI agar tetap steril, perawatan payudara, dan cara memberikan ASI dengan sendok.

Semua pengetahuan itu akan sangat berguna, terutama apabila ibu akan kembali bekerja setelah cuti melahirkannya berakhir. Jadi, tak ada alasan untuk menghentikan pemberian ASI karena pekerjaan di kantor. Juga sangat tidak masuk akal jika si ibu menolak memberikan ASI dengan alasan kecantikan. Karena perubahan bentuk payudara bukan disebabkan oleh proses menyusui. Melainkan oleh kehamilan. “Kalau tak mau payudara berubah, ya jangan hamil,” tegas dr. Utami S. Roesli, DSA, MBA, Ketua Tim Peningkatan Penggunaan ASI, RS Sint Carolus.

HANYA ASI

Menurut para ahli, sampai usia 6 bulan bayi belum membutuhkan minuman atau makanan selain ASI (ASI Eksklusif). Artinya, bayi hanya memperoleh air susu ibu saja tanpa tambahan cairan (susu formula, jeruk, madu, air teh, air putih, dan lain-lain) juga makanan lain seperti pisang, bubur, biskuit, nasi tim, dan lain-lain).

Pemberian ASI secara eksklusif ini banyak memberikan keuntungan. Itu karena ASI mengandung zat nutrisi dengan kualitas, kuantitas, dan komposisi ideal untuk pertumbuhan, kesehatan, dan kecerdasan bayi.

ASI dapat menyebabkan pertumbuhan sel otak lebih optimal, terutama karena ASI mengandung protein khusus, yaitu taurin. Juga mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang dalam jumlah yang lebih banyak dibandingkan susu sapi/kaleng. Kandungan ASI pun menghindarkan bayi dari bahaya infeksi dan alergi. Bahkan mampu merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh pada bayi. “Jadi, sangat jelas ASI itu tidak bisa digantikan oleh apa pun,” tegas dr. Utami.

Pemberian ASI Eksklusif ini dianjurkan paling kurang 4 bulan, kalau bisa sampai 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, harus mulai dikenalkan dengan makanan padat. Sedangkan ASI bisa terus dilanjutkan sampai bayi berusia satu tahun. Akan lebih baik lagi jika sampai bayi berusia 2 tahun.

Konsultasi 24 Jam

Untuk menggalakkan program ASI Eksklusif ini PP ASI Sint Carolus telah membentuk sarana penunjang serta pelatihan-pelatihan khusus bagi para ibu dan bayinya.

  • Klinik Laktasi adalah suatu tempat di mana para ibu dapat melakukan konsultasi mengenai berbagai masalah dalam menyusui bayinya. Alamatnya, Jalan Salemba Raya No 41, Jakarta Pusat.
  • Pojok Laktasi adalah ruangan yang dipakai untuk memeras ASI bagi karyawati Sint Carolus yang sedang dinas, ibu-ibu yang bayinya dirawat, dan para ibu yang sedang menunggu bayinya diperiksa oleh dokter di poliklinik.
  • Hotline ASI, yaitu bentuk pelayanan konsultasi melalui telepon selama 24 jam bagi ibu yang memerlukan konsultasi mengenai masalah yang berhubungan dengan laktasi. Telepon (021) 315-4187 atau 390-4441 pesawat 2271.
  • Tempat Peristirahatan Ibu (TPI) Menyusui Maria Goretty . Di ruangan TPI ini, para ibu dan bayinya yang sedang dirawat inap dapat beristirahat setelah menyusui. Dengan kata lain, TPI memungkinkan ibu-ibu dapat menyusui bayinya yang sedang dirawat.
  • Kelas Pijat Bayi. Bayi yang dipijat oleh orang tuanya dapat meningkatkan volume ASI.

12 Keunggulan ASI

  1. ASI mengandung zat gizi paling sempurna untuk pertumbuhan bayi dan perkembangan kecerdasannya.
  2. ASI mengandung kalori 65 kcal/100ml yang memberikan cukup energi bagi pertumbuhan bayi.
  3. Sebanyak 90 persen kandungan lemak ASI dapat diserap oleh bayi.
  4. ASI dapat menyebabkan pertumbuhan sel otak secara optimal, terutama karena kandungan protein khusus, yaitu Taurin, selain mengandung laktosa dan asam lemak ikatan panjang lebih banyak dari susu sapi/kaleng.
  5. Protein ASI adalah spesifik spesies sehingga jarang menyebabkan alergi untuk manusia.
  6. ASI memberikan perlindungan terhadap infeksi dan alergi. Juga akan merangsang pertumbuhan sistem kekebalan tubuh bayi.
  7. Pemberian ASI dapat mempererat ikatan batin antara ibu dan bayi. Ini akan menjadi dasar si kecil percaya pada orang lain, lalu diri sendiri, dan akhirnya bayi berpotensi untuk mengasihi orang lain.
  8. ASI selalu tersedia, bersih, dan segar.
  9. ASI jarang menyebabkan diare dan sembelit yang berbahaya.
  10. ASI lebih ekonomis, hemat, sekaligus praktis. 11. ASI dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi.
  11. ASI dapat membantu program Keluarga Berencana.