ASI-nya sedikit
26 April 2006Banyak teman saya yang belum berhasil memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Biasanya alasannya adalah “ASInya gak ada” atau “ASI sedikit”. Bagaimana mengatasinya
Teorinya, ASI itu akan semakin banyak mengalir apabila payudara semakin sering dihisap oleh bayi. Karena itu, kiat sederhana yang perlu diikuti demi berhasilnya ASI eksklusif adalah: Sodorkan payudara setiap kali bayi menangis.
Sebelum melahirkan, saya betul-betul menganggap enteng menyusui sehingga saya tidak mencari informasi mengenai ASI sama sekali. Setelah melahirkan barulah saya tahu bahwa memang memberi ASI tidak segampang itu. Utamanya, perlu ketabahan. Kedua, rajin mencari informasi mengenai ASI. Nah, pada saat itu, saya tidak punya banyak informasi tentang ASI. Satu-satunya cara yang saya pegang teguh adalah menyodorkan payudara setiap saat bayi menangis. Hal ini selalu saya lakukan, sembari saya rajin2 browsing internet untuk belajar lebih jauh tentang ASI.
Minggu-minggu pertama melahirkan, saya sampai2 menetapkan prosedur standar sebagai berikut, untuk menanggapi jika bayi menangis (untungnya selalu berhasil di langkah pertama dan kedua)
- Sodorkan payudara
- Jika tidak berhasil menenangkan bayi, periksa popoknya
- Jika tidak berhasil juga, gendong bayi sambil tepuk tepuk atau tengkurapkan bayi sambil tepuk tepuk
- Jika tidak berhasil juga, kembali ke langkah 1
Jadi, ya begitu, minggu-minggu pertama dengan bercucuran airmata sakitnya puting yang luka akibat lecat, ditahan tahan demi memberi ASI. Ibu saya waktu itu wanti-wanti setengah mati, sebisa mungkin jangan berikan susu formula, karena sekalinya diberikan, bisa keterusan. Sebenarnya ini tidak tepat 100% juga, karena kalau sudah minum susu formula, bayi bisa mulai ASI ekslusif lagi dengan cara relaktasi. Tetapi, ada benarnya memang pemberian susu formula atau MPASI akan mengurangi produksi susu, karena si bayi menghisap botol dan bukan menghisap payudara. Kalau tidak ada hisapan, payudara tidak akan memproduksi susu.
Ingat, produksi ASI akan banyak jika payudara banyak dihisap.
Karena itu, waktu itu saya berprinsip “Kalau bayi menangis, sodorkanlah payudara“, dan mengikuti prosedur tiga langkah di atas.
Jika prinsip dasar di atas dilakukan, kekuatiran anda boleh berkurang. Tidak perlu stress takut kurang susu jika anda membiarkan bayi anda menghisap payudara sesering yang dia mau.
Namun memang manusiawi jika sebagai ibu masih ada kekuatiran. Bagaimana tahunya ASI cukup banyak? Sederhana saja:
- Kalau bayi melepaskan payudara dengan sendirinya ketika kenyang, berarti dia cukup minum ASI.
- Kalau bayi kelihatan kenyang setelah minum ASI, berarti dia cukup minum ASI. (Bayi saya bertampang ‘mabok’ kalau kenyang ASI, dan langsung tidur lagi)
- Kalau bayi cukup banyak berak dan pipis, berarti dia cukup minum ASI.
Jika tanda-tanda sederhana ini diikuti, jangan khawatir.
(Jika mau, silakan terus ambil berat badan bayi anda. Normalnya bayi sampai 4 bulan mengalami kenaikan berat 100-170 gram per minggu. Tidak perlu ke dokter jika tanda-tanda di atas dan berat badannya naik dengan baik)
Perlu diingat, lambung bayi yang baru lahir itu kecil sekali. Karena itu mereka meminum ASI sedikit sedikit, dan sering (karena ASI sangat mudah dicerna dan diserap). Karena itu, biarkanlah bayi mengatur kapan mereka mau ASI. Tidak ada kata “jarak antar minum terlalu sebentar”, karena saat bayi mengatur asupan ASI mereka, payudara akan mengatur produksi ASI secara otomatis. Jarak antar minum setidaknya 45 menit adalah cukup normal saja untuk bayi yang baru lahir.
Lambat laun, jarak antar minum ini akan bertambah jarang dengan tumbuhnya bayi, hingga 2-3 jam sekali. Namun, sewaktu waktu, ada saatnya bayi mengalami lonjakan pertumbuhan (growth spurts), selama kira-kira 2-3 hari. Growth spurts itu seringkali terjadi umur 3 minggu, 6 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan. Saat itu, bayi akan membutuhkan lebih banyak susu dari sebelumnya, sehingga dia akan meminta ASI lebih sering bahkan setiap setengah jam, selama 2-3 hari itu. Tidak apa apa, turuti saja kemauan bayi itu seberapa seringnya pun, karena payudara anda akan beradaptasi dengan membuat ASI lebih banyak lagi. Setelah beberapa hari, jarak antar menyusui akan menjadi lebih jarang kembali. Intinya, kalau nangis, sodorkan payudara!
Intinya, kalau bayi menangis, sodorkanlah payudara!
Ikuti perkataan saya, dan ulangi, supaya teringat:
Kalau bayi menangis, sodorkanlah payudara!

gunakanlah pompa asi yang tidak sakit, yang terbaru (yang baru2 ini saya pakai adalah merknya ameda.)saya juga punya pengalaman yang sama, sampai suatu ketika, saat saya melahirkan saya di suggest oleh dokter saya untuk memakai pompa tersebut. hasilnya benar2 membuat saya takjub, karena sama sekali tidak sakit! karena kita bisa meng adjust sedotan senyaman mungkin. dan hasil pompaan juga 2x lebih banyak. (dulu saya beli di apotik century), mungkin juga ada di apotik lain.
Selamat mencoba.
Wenni
Comment by wenni — 2 May 2006 @ 6:52
saya juga termasuk yang asi-nya sedikit. masa-masa awal, saya campur dengan susu formula, takut si bayi gak cukup dan takut menghambat pertumbuhannya. biasanya 2-3 kali asi, diselingi 1 kali formula.
kemudian saya baca, sebenarnya memang asi mampu repro sesuai kebutuhan bayi. dan orang-orang rumah harus memberi dukungan, jangan menambah stress si ibu baru. kalo stress malah akan menghambat produksi asi.
dulu setelah tau hal ini, saya mulai pe-de. ada masa asi saya cukup dan seharian saya sama sekali gak perlu memberi susu formula. eh..malah mertua yang kurang men-support dan bikin saya agak stress. kalo bayi saya nangis langsung ngecap si bayi lapar, harus diberi susu formula. saya sempat stress.
padahal bayi nangis tidak selalu berarti dia lapar. bayi saya cukup mempermudah saya sebenarnya. karena saya bisa membedakan jenis tangisnya. lapar, pipis, atau ingin tidur jenis tangisannya beda. kalo saya lagi nyusuin, saat dia ingin pup pun bisa langsung ketauan ekspresinya, sehingga kami jarang sekali nyuci kain popok yang ada pupnya (lebih susah nyucinya).
asi baik untuk bayi, soalnya pupnya lebih encer, gak keras. kalo minum susu formula kebanyakan, bayi gampang panas dalam dan pupnya akan jadi keras (kasian si kecil kalo pupnya keras). matanya juga gampang berkotoran mata.
bayi saya dari dulu memang terjadwal sendiri, bukan saya yang jadwalin. saat baru lahir 3-4 bulan pertama, tiap 2 jam dia ‘minta nyusu’, selain dari itu kebanyakan dia tidur. malam hari juga sama, tiap dua jam dia otomatis terbangun nangis dan minta nyusu, setelah nyusu, dia tidur lagi dengan pulas (saya selalu mencatat jam-jam dia minum susu). saya gak ngalami yang namanya lecet dan sakit pada puting, juga gak ngalami yang namanya begadang (suami bahkan selalu nyenyak sampai pagi), kalo si kecil bangun, saya nyusuin, kalo dia tidur, saya juga tidur.
sekali lagi, keluarga harus mendukung si ibu baru, jangan dibikin stress karena hal apapun. supaya si ibu cepat pulih dan asi-nya lancar.
kalo di China sini, katanya kuah/kaldu ikan memperlancar asi.
caranya ikan dimasak dengan air yang lebih banyak, bumbu silakan diatur sendiri menurut selera. sebaiknya jangan pedas.
satu lagi, sebaiknya ibu jangan minum teh, kopi atau alkohol saat menyusui, juga jangan minum obat kalo gak terpaksa. juga jangan minum teh2 herbal. saya dulu kurang ngerti, saat si kecil usia 6 bulan lewat, pernah saya minum teh herbal penurun panas dalam. seharian si kecil menolak minum asi. waktu itu saya sempat bingung aja, apa penyebabnya. beberapa hari lewat, saya minum lagi teh yang sama, eh, kejadian yang sama berulang. saya coba cari di internet, baru ketauan penyebabnya kenapa si kecil menolak ASI, ternyata bisa karena minum kopi, teh, coklat atau teh herbal.
saya termasuk pencandu teh dan penggemar coklat, selama menyusui, saya puasa teh dan puasa coklat !
(maaf, ceritanya jadi loncat2 topiknya)
b. rgds,
yenni (hefei, China)
Comment by yendoel — 1 August 2006 @ 4:06