Surat dari Mia Sutanto
3 March 2007—–Original Message—–
From: rasutanto@cbn.net.id [mailto:rasutanto@cbn.net.id]
Sent: Saturday, March 03, 2007 11:23 PM
To: susuibu@gmail.com
Subject: Jadi Anggota
halo mbak-mbak pengasuh website,
nama saya Mia Sutanto dan saya adalah seorang Konselor Laktasi yang sudah
mengikuti program pelatihan konselor laktasi yang diselenggarakan oleh
Sentra Laktasi Indonesia berdasarkan modul 40jam WHO. Seandainya ada yang
ingin berkonsultasi secara langsung, ataupun ingin mendapatkan informasi
seputar ASI dan kegiatan menyusui saya dapat dihubungi di nomor:
Siang ini saya baru saja selesai mengadakan penyuluhan mengenai ASI dan
tatalaksana meyusui untuk sekitar 5 orang ibu2 hamil. Senang sekali
rasanya bisa semakin memantapkan dan melacarkan niat seorang ibu (hamil)
untuk memberikan ASI.
Terima kasih, dan salam kenal.
Mia Sutanto, Konselor Laktasi
PS: saya juga baru saja mendirikan organisasi non-profit untuk mendukung
kegiatan pemberian ASI, namanya Breast Is Best Organization dan kami
berencana untuk mengadakan Talkshow di bulan April dengan pakar ASI, yaitu
dr. Utami Roesli.

Salam kenal mbak. Aku sekarang lagi hamil anak kedua dan sudah 26 minggu. Aku juga lagi bertekad kasih ASI eks ke babyku nanti, karena dulu anak pertamaku cuman mimik ASI sampai umur 8 bulan tp mulai 3 bulan sudah campur formula. Bukan karena ASI-ku gak cukup, ASI-ku berlimpah bgt, tapi karena aku belum ngerti ttg manajemen laktasi, so aku gak bikin stok ASI, aku cuman merah tiap hari 2x di kantor, kirim ASI perah ke rumah, dan di rumah menyusui langsung. Minta dukungannya ya mbak, ntar kalo sudah melahirkan insya Allah aku kontak mbak, soalnya di Semarang (tempat tinggalku), terutama di kantorku gak ada yang ASI minded, semua temenku masih bangga kasih susu formula ke baby-nya. RS di Semarang pun masih pada suka kasih susu formula ke baby yang baru lahir. Segitu dulu ya, mbak. Tks sebelumnya
Comment by Rachmadhani — 6 March 2007 @ 7:51
Hai… saya ibu bekerja, bs bagi2 ilmu gmn menyiasati memberi asi walaupun ngantor?? Makasih sebelumnya
Comment by hotma — 7 March 2007 @ 2:26
Salam kenal Mbak Mia. Terus terang sy terharu ketika membaca info bahwa Mbak baru saja mendirikan organisasi non-profit u/ mendukung kegiatan pemberian ASI. Betapa mulianya hati Mbak dan sy yakin ini semua Mbak lakukan demi generasi anak cucu kita. Anakku yg kedua baru saja lulus ASI ex tgl 1 Maret kemarin dan sy berniat menyusuinya hingga 2th. Mudah2an sy bisa ya, Mbak.Keep up the good work. GBU
Comment by Diah Puspitayanti — 9 March 2007 @ 9:01
Mba Mia…thanks God…abis browsing2..mudah2an Mb Mia bisa bantu
tadi aku hubungin ke hp tapi ga aktif….
Rayyan(4bln) 2 hari ini ga mau nenen…maunya pake botol….
dari lahir ASI Exclusive….sempet sakit batuk pilek…awalnya mimnya banyak bgt… hampir 1/2 jam sekali…tapi 2 hari ini gmw mimi dari aku…sedih banget….Mohon pencerahannya…(aku kerja mba’…) Tks banget ya…
Comment by Bundanya Rayyan — 5 April 2007 @ 4:42
anakku 16 bln msh ASI krn menurutku emang itu hak dia untuk mendpatkan asi smpe 2 th.tp knp ya sejak umur 10 bln sering sakit(setiap bln pasti sakit) n bb-nya ga nambah alias tetap 8 kg sejak umur segitu.pdhl aku dah berusaha merawatnya dengan higienis.orang sering komentar anakku kurus krn asi.jadi aku bertekad anak kedua ntar ga usah dpt asi biar sehat,benar ga tuh?bingung nehh..skrg lg mau disapih tp ga tega
Comment by lucky — 23 April 2007 @ 23:59
@Lucky:
Aduuh, jangan ngga dikasih ASI. ASI di setahun pertama kehidupannya menyumbang peran yang sangat penting. Antibodi, prebiotik dan probiotik dalam ASI tak tergantikan perannya oleh susu formula manapun. Justru susu formula dibikin untuk menyontek kandungan ASI.
Soal anak yang sering sakit, termasuk wajar lho. Biasanya yang paling sering itu selesma (common cold) dan flu. Virus penyebab keduanya kan ada banyak galur, jadi wajar kalau kita bolak-balik kena. Orang dewasa aja bisa bolak-balik kena kalau di sekitarnya ada yang sedang selesma, apalagi anak kecil.
Sistem kekebalan tubuhnya kan sedang belajar ya, jadi tidak apa-apa.
Jaga kesehatannya saja dengan lebih cermat: biasakan sering mencuci tangan dengan cara dan pada waktu yang tepat dan jauhkan dari penderita sakit di sekitarnya. Kalau kontak intim tidak bisa dihindari (ayah atau ibu, misalnya), minta penderita untuk menggunakan masker.
Terlalu steril ngga perlu. Pakai antiseptik untuk mandi juga ngga perlu. Minum suplemen penguat sistem imun belum tentu berpengaruh apa-apa.
Jangan ‘terhasut’ oleh ‘anak kurus karena ASI’, ah. Ngga semua begitu kok. Dan ngga semua anak yang dapet ASI itu gemuk juga.
Gemuk atau kurus nyaris tidak ada hubungannya dengan mendapat ASI atau tidak.
Yang pasti, nutrisi dari ASI paling mudah diserap. Yang pasti, kekebalan tubuh ibu dapat di’tular’kan lewat ASI. Yang pasti, ASI yang terbaik.
Soal menyapih, itu terserah bundanya ya
Yang penting, jangan paksakan hingga anak ‘menderita’. Ikuti naluri saja. Pada masanya, anak bisa menyapih dirinya sendiri lho
Comment by Lita — 28 April 2007 @ 3:52
Assalamu ‘alaikum Wr. Wb.
Senang bisa ikutan gabung, Salam kenal Mbak… Saya Ririn, mau sharing masalah bayi saya yang saat ini baru berumur 3 bulan, semasa saya cuti, sejak lahir sampai sekarang saya hanya memberikan bayi saya ASI langsung, begitu sampai masa cuti saya habis, saya coba-coba untuk memberikan ASI Perah dengan menggunakan botol susu, tapi bayi saya menolaknya, pake sendok juga begitu, sepertinya dia hanya ingin menyusu langsung dengan saya, tapi mau nggak mau akhirnya dia terpaksa harus minus ASI dengan botol, sebab tugas bekerja kembali sudah memanggil saya, berbagai macam bentuk dot sudah saya coba, dan belakangan ada 1 dot orthodentic yang agak bisa diterimanya, meskipun sepertinya jumlah ASI yang dia minum masih sedikit, padahal jika menyusu langsung dengan saya sangat kuat dan bisa dalam waktu kurang dari 1-2 jam minta menyusu kembali, badannyapun sangat berisi, saya jadi khawatir jika saya tinggal kerja, anak saya menjadi dehidrasi karena kurang minum ASI, nah…gimana solusinya yah… lalu sebenarnya berapa cc/ml sih… yang dibutuhkan bayi selama jam kerja saya (08.00 s.d. 17.00 WIB), sebab, terakhir saya tinggalkan dia hanya menghabiskan -+ 200cc/ml asi saja. Sementara teman saya yang mempunyai bayi yang umurnya kurang lebih sama dengan bayi saya menghabiskan -+800ml susu selama ditinggal bekerja. Mohon pengarahannya Mbak, terima kasih.
Wassalam.
Comment by Ririn Fejriani Sundari — 15 May 2007 @ 4:26
Ass.. Salam kenal!! Saya mahasiswi psikologi di salah satu universitas negeri di jakarta. Saat ini saya sedang dalam proses pembuatan skripsi dengan tema ASI dan attachment. Walaupun saya belum menikah tapi saya tertarik untuk membahas seluk beluk mengenai ASI. Kalau mba ada info seputar ASI dan attachment minta tolong di sharing ya!! Saya butuh banget biar cepat selesai skripsinya. Trimakasih banyak sebelumnya.. ^_^
Comment by fanny — 5 June 2007 @ 1:40
Saya Ibu bekerja yang masih menyusui bayi saya usia 6 bulan, tetapi karena puting saya tidak menonjol/datar, seringkali mengalami luka, dan kali ini lukanya cukup besar, sehingga sering perih ketika menyusui. bagaimana mengatasinya, apakah ada salep yang manjur untuk luka cepat kering. Terima Kasih
Comment by Tanti — 7 June 2007 @ 7:56
Ibu2 yang bertekad memberikan asix ke bayinya menurut saya pantas disebut pejuang asi, krn memang sangat tidak mudah, apalagi bagi ibu bekerja. Sedih sekali banyak orang yg blum mengerti ttg manajemen asi perah..saya kepingin sekali penyuluhan asi diadakan ditiap posyandu..rasanya akan sangat efektif, apalagi untuk ibu2 rumahan yg kadang tidak punya banyak kesempatan utk mengup-date byk informasi. Gimana yah agar kampanye asi sampai ke tiap posyandu dikampung-kampung..disekitar saya banyak ibu2 rumahan yg menganggap bahwa sufor itu lbh baik dari asi. Full support tuk asi!!!
Comment by YuKa--uMiNa sYaMiL — 3 August 2007 @ 6:14
dear mbak mia, anak ke-2 saya umur 9 bln & smp skrg msh ASI tanpa formula tp sdh dpt MPASI. sejak 2 minggu yl saya kena batuk & blm sembuh smp skrg, sejak itu knp ASI saya berkurang ya mbak? saya sdh berusaha banyak minum & tetap menyusui spt biasa. mohon pencerahan mbak. terima kasih banyak
Comment by Mama Sekar & Galuh — 3 August 2007 @ 7:04
Hi mba’ mia, saya baru punya anak umur 1 bulan dan dari lahir sampe skrg selalu dikasih susu formula. Awalnya sih mau ASI ekslusif tapi berhubung sampe 5 hari ASI istri saya ga keluar dan anak saya nangisnya bkn saya miris akhirnya saya bikinin susu formula (S26 Gold Nourish). Sebenernya waktu melahirkan udah banyak yg kasih tau mengenai klinik laktasi yg di RS. Carolus, tp berhubung jauh dan katanya ngantre jadi males. Tapi setelah buka blog ini, saya jadi pengen anak saya dpt ASI eksklusif. Sebenernya ASI istri saya udah keluar tapi karena nipple-nya kurang nonjol keluar makanya dipakein sambungan. Saya sih sudah maksa istri saya utk ksh ASI eksklusif tp dia mikir anaknya akan kurang gizi soalnya ASInya gak terlalu lancar. Gimana ya mbak supaya istri saya yakin bahwa ASI-nya sdh cukup buat anak saya tanpa tambahan susu formula. thanks…
Comment by hendy — 25 February 2008 @ 4:10
Mb.Mia,aku anggota milis AFB..Sampai sekarang aku masih menyusui Edward 13 mos,tanpa tambahan sufor.Sempat sih aku coba kasih sufor,tapi my baby ga suka..kalo disuruh milih pasti dia lebih milih makan daripada sufor.
Masalahnya sampai sekarang 13 Mei, my little Edward 13 mos berat badannya di kisaran 8,4 kg saja padahal lahirnya 3,04 kg malah bulan Jan-April sempat hanya naik sekitar 200 gr..sedih deh.Untung bulan kemaren naek sekitar 500 gr.
Banyak deh yang ga dukung aku tetap kasi ASI tok,untungnya suamiku pro Asi bgt..
Aku sempat bawa Ed ke ahli gizi di surabaya,disuruh test faeces di lab & hasilnya clini test untuk lemak + gmana nih..secara di surabaya jarang ada dokter anak yg kompeten di bidang gastro,hampir semua dsa yg aku kunjungi paling ngasih vit penambah nafsu mkn,pdhl tanpa vit nafsu mkn Ed dah gila2an,ga pernah nolak makanan,ga pernah muntah & diare..what should I do?
Comment by Sylvia — 14 May 2008 @ 15:55