Menyusui Selagi Hamil

17 June 2007

Waktu itu Hanan baru saja merayakan ulang tahun pertamanya. Setelah beres-beres rumah, baru saya bertanya-tanya kenapa saya belum juga dikunjungi tamu bulanan. Padahal beberapa hari lalu sudah keluar bercak-bercak darah. Lha kok, sekarang malah tidak haid? Kenapa ini?

Apalagi mengingat riwayat 2 kehamilan saya yang selalu didahului oleh bercak darah yang parah, maka beberapa hari kemudian saya langsung minta dibelikan alat tes kehamilan di Watson pasar Hong Kah dekat rumah. Waktu itu sekitar maghrib, saya ke kamar mandi. Begitu alat tes dibasahi, tidak lama terlihat bahwa saya… resmi hamil lagi. (more…)

Breastfeeding - It’s Difficult to be A Woman

5 June 2007

For original article, click here

Breastfeeding as Enlightenment

Breastfeeding for me is an enlightenment. Breastfeeding is a “source of thoughts”, as quoted in Breastwork (Bartlett 2005 pp. 21-22)

“The bosom” is regarded as the seat of thoughts and feeling. … Lactating breasts become fertile grounds of wisdom, active organs producing food for the mind as well as the body.

I called it “enlightenment” because I started to think about things that I didn’t think about before, both positively and negatively. Positively, I began to be enlightened on the difficult task of mothering, and I learned to appreciate mothers even more. Negatively, I began to be angry at the society and the social constructs that undermines femininity.
(more…)

Kisah ASI dari Saiba

14 March 2007

Saya Saiba, umi dari Sekar Kinasih (3 tahun) dan Tangguh Laskar Mujahid (1,5 bulan).

Kedua anak saya lahir dengan cesar, sehingga sangat disayangkan keduanya baru mendapatkan ASI hari kedua setelah melahirkan. Oleh pihak RS pada hari pertama di beri susu formula. Sebenarnya suami sudah meminta kepada bidan agar bayi saya sesegera mungkin dapat saya susui. Tapi waktu itu alasannya ibu dan bayinya masih dalam perawatan. Beginilah repotnya jika kita melahirkan di RS yang belum sayang bayi.

Sedih sekali rasanya, karena sebenarnya kami ingin anak kami bener-bener hanya mendapatkan ASI saja tanpa asupan lain selama 6 bulan pertama. Karena kami yakin akan keampuhan ASI dan itu terbukti anak-anak saya tumbuh sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Yang juga saya yakini adalah bahwa ASI juga bisa menjadi alat kontasepsi alami yang efektif. Anak pertama kami mendapatkan ASI sampai umur 2 tahun, dan selama itu kami tidak memakai alat kontrasepsi. Alhamdulillah setelah anak pertama kami di sapih, tidak lama kemudian saya hamil lagi.

InsyaAllah anak kedua kami juga akan kami beri ASi sampai umur 2 tahun juga, tapi untuk hamil lagi…kaya’nya pikir-pikir dulu deh…

Salam
Saiba (saibatul hairiyah)
Pidie-Aceh

Surat dari Mbak Ira

21 November 2006

Name: ira | E-mail: ira_indrawati@————-| IP: 134.58.253.130

Han, aku juga nyusuin ketiga unyilku ini, rasanya baik aku dan anak2 sama2 mabok kepayang dan kayak lagi hanimun aja..mesra banget gitu lho. Nggak ada kesulitan berarti dalam menyusui semisal ASI kurang yg kemudian menyebabkan aku/bayi stress. Nggak pake diet atau obat pelancar, ASI-ku lancar banget. Kenapa ya? Dan kenapa banyak ibu2 lain merasakan pengalaman sebaliknya?
Pikir2, mungkin krn aku ibu RT biasa yg ngerjain pekerjaan RT sendiri tanpa pembantu/babysitter. Belanja juga aku jalani sendiri. Jadi semua ‘dalam kontrolku’. Mungkin, ke-pede-anku sbg ‘domestic manager’ itu yg punya andil psikologis melancarkan ASI-ku. Kuncinya emang bener Hany: pede, menyusui bayi sesering mungkin, ibu makan menu sehat serakus mungkin (hehehe..), dan dukungan lingkungan. Suamiku nggak terlalu ngerti detail teknis laktasi. Doi cuma bilang, “Aku nggak peduli kamu peyot-peyot gitu. Buatku, pemandangan istriku yg sedang menyusui bayi itu adl pemandangan yg paling sexy”. Dan itu cukup bagiku. Asik kan Han?
Semoga pengalamanku ini bisa ikut membantu ibu2 lain yg sedang berjuang menyusui buah hatinya..

Posted Nov 20, 2:21 PM

Surat dari Mbak Pipit

17 November 2006

—–Original Message—–
From: Pipit
Sent: Wednesday, November 15, 2006 10:57 AM
To: susuibu@gmail.com
Subject: Relaktasi

Dear Mbak Rani/Hany,

Kenalin aku Pipit, ibu dari Lentera usia 8 minggu.
Gini lho, Lentera ASI eksklusifnya kebetulan cuma 2 minggu pertama. Gara2nya ASI-ku emang dikit, trus karena Lentera lahirnya “kuning”, sama DSA-nya diharuskan banyak minum. Jadi patokannya waktu itu kalo udah netek setengah jam tapi dia masi blum bobo, tambahin formula. Nah, malah anakku netek ampe 2 jam ga kenyang2.
Jadi sampe 6 minggu, Lentera ASI+formula, dgn komposisi -+ 30:70 deh…soalnya sekali mompa cuma dapet ASI 30-60cc.
(more…)

Blissful Beverage

18 October 2006

For full article, click here

When my son latches hungrily onto my bosom and drinks from my body, I always discover a feeling that I have never felt before. It is a blissful feeling, full of love and joy. Time stops. Relaxed. Giving and taking unconditionally to each other. Embrace. Calm. And we look at each other closely and smile. Sometimes he touches my nose and lips too, playfully, curiously.

And when he is finished, he looks drunk and contented. Intoxicated by mother’s milk. A big burp will follow. Happy!

He is so lovely! And what a beautiful feeling, breastfeeding is.

And it is a great painkiller for him too. The only thing that can soothe his feeling after a painful fall, is my milk!

Anak Laki-laki Peduli ASI

8 September 2006

Nak, Ibu minta maaf. Ibu cuma kasih ASI 3 bulan untukmu.
Nggak seperti adik, yang sampai 2 taun.

Maafin Ibu ya, Nak…

Demikian permohonan maaf yang diajukan kawan saya, Yani kepada anak laki-lakinya yang nomer satu waktu anaknya sudah cukup besar dan bisa diajak bicara mengenai ASI. Iya ASI yang singkatannya adalah air susu ibu itu.

Suatu malam yang larut, Yani di rumahnya dan saya di rumah saya. Kami mengobrol tentang ASI. Mengagumkan sekali. Ternyata Yani sudah tertarik pada masalah-masalah seputar ASI sejak mahasiswa. Tentunya tidak banyak mahasiswa yang berminat pada hal ini kecuali mungkin mereka yang kuliahnya memang menuntut untuk belajar mengenai ASI.
(more…)